Masukkan Password
03 The Complete Kotlin Course #2 - Comments in Kotlin
Materi ini membahas comments (komentar) di Kotlin. Konsepnya sederhana, tetapi sangat penting karena hampir semua programmer akan menggunakan komentar ketika membuat program.
1. Apa itu comment di Kotlin?
Comment adalah tulisan di dalam source code yang tidak akan dijalankan oleh program.
Komentar biasanya digunakan untuk:
- menjelaskan kode,
- memberi catatan,
- mengingatkan diri sendiri,
- menjelaskan bagian program yang rumit,
- menonaktifkan sementara suatu baris kode.
Contoh:
// Ini adalah komentar
println("Hello World")
Ketika program dijalankan, yang keluar hanya:
Hello World
Tulisan:
// Ini adalah komentar
tidak akan muncul.
2. Mengapa comment tidak dijalankan?
Karena compiler akan mengabaikan komentar.
Ingat pembahasan sebelumnya:
Source Code
↓
Compiler
↓
Program
Ketika compiler menemukan:
// Hello
compiler mengetahui:
“Oh, ini komentar. Tidak perlu diproses sebagai instruksi program.”
Jadi komentar hanya ditujukan untuk manusia yang membaca kode, bukan untuk komputer.
3. Cara pertama: Single-line comment
Cara pertama membuat komentar di Kotlin adalah menggunakan:
//
Dua garis miring tersebut disebut double slash.
Contoh:
// Ini adalah komentar
println("Hello Coding")
Baris:
// Ini adalah komentar
diabaikan.
Sedangkan:
println("Hello Coding")
akan dijalankan.
4. Kenapa disebut single-line comment?
Karena komentar dengan // berlaku untuk satu baris.
Contoh:
// Ini komentar
// Ini juga komentar
// Ini masih komentar
println("Hello")
Tiga baris pertama adalah komentar.
Kita bisa membayangkannya:
// komentar ← diabaikan
// komentar ← diabaikan
// komentar ← diabaikan
println("Hello") ← dijalankan
5. Bisa juga komentar setelah kode
Komentar tidak harus berada di awal baris.
Misalnya:
println("Hello") // Menampilkan Hello
Program tetap menjalankan:
println("Hello")
Sedangkan:
// Menampilkan Hello
hanya komentar.
Ini sering digunakan untuk memberikan penjelasan singkat.
Contoh:
val age = 20 // umur pengguna
Artinya variable age menyimpan umur pengguna.
6. Contoh penggunaan single-line comment
Misalnya kita memiliki kode:
val name = "Budi"
val age = 20
println(name)
println(age)
Kita bisa menambahkan komentar:
// Menyimpan nama pengguna
val name = "Budi"
// Menyimpan umur pengguna
val age = 20
// Menampilkan nama
println(name)
// Menampilkan umur
println(age)
Output tetap:
Budi
20
Komentar tidak memengaruhi hasil program.
7. Cara kedua: Multi-line comment
Nah, cara kedua digunakan ketika kita ingin membuat komentar yang terdiri dari beberapa baris.
Sintaksnya:
/*
komentar
*/
Jadi:
- awal komentar →
/* - akhir komentar →
*/
Contoh:
/*
Ini adalah komentar
yang terdiri dari
beberapa baris.
*/
println("Hello")
Output:
Hello
Semua tulisan di antara:
/*
dan:
*/
diabaikan oleh compiler.
8. Kenapa kita membutuhkan multi-line comment?
Bayangkan kamu ingin memberikan penjelasan panjang.
Kalau menggunakan //, kamu harus menulis:
// Ini adalah program sederhana
// yang digunakan untuk menghitung
// total harga dari beberapa barang
// yang dibeli oleh pengguna.
Bisa, tetapi agak merepotkan.
Dengan multi-line comment:
/*
Ini adalah program sederhana
yang digunakan untuk menghitung
total harga dari beberapa barang
yang dibeli oleh pengguna.
*/
lebih rapi.
9. Perbedaan // dan /* */
Ini wajib kamu pahami.
| Jenis | Sintaks | Kegunaan |
|---|---|---|
| Single-line | // | Komentar satu baris |
| Multi-line | /* */ | Komentar beberapa baris |
Contoh single-line:
// Hello World
Contoh multi-line:
/*
Hello World
Ini komentar
lebih dari satu baris
*/
10. Comment tidak dieksekusi
Misalnya:
fun main() {
// println("A")
println("B")
}
Output:
B
Kenapa "A" tidak muncul?
Karena seluruh baris:
// println("A")
merupakan komentar.
Compiler mengabaikannya.
11. Comment bisa digunakan untuk “mematikan” kode sementara
Ini salah satu penggunaan komentar yang sangat berguna ketika belajar programming.
Misalnya kode awal:
fun main() {
println("A")
println("B")
println("C")
}
Output:
A
B
C
Kemudian kita ingin sementara tidak menjalankan "B".
Kita bisa menulis:
fun main() {
println("A")
// println("B")
println("C")
}
Output:
A
C
Jadi kita tidak perlu menghapus kode.
Kita cukup menjadikannya komentar.
12. Contoh yang sangat penting untuk programmer
Misalnya kamu sedang melakukan eksperimen:
fun main() {
println("Version 1")
// println("Version 2")
println("Version 3")
}
Kamu masih menyimpan kode Version 2, tetapi sementara tidak menjalankannya.
Ini sering berguna saat debugging atau mencoba beberapa pendekatan.
Namun, jangan terlalu banyak meng-comment-out kode dalam project nyata. Kalau kode tersebut memang tidak digunakan lagi, biasanya lebih baik dihapus dan mengandalkan Git untuk menyimpan riwayat perubahan.
13. Kotlin mendukung nested comments
Bagian terakhir video mengatakan bahwa Kotlin juga mendukung nested comments.
Nested artinya:
komentar di dalam komentar.
Contohnya:
/*
Ini komentar luar
/*
Ini komentar di dalam
*/
Komentar masih berlanjut
*/
Perhatikan strukturnya:
/*
komentar luar
/*
komentar dalam
*/
komentar luar lagi
*/
Kotlin dapat menangani struktur seperti ini.
14. Apakah nested comment penting?
Untuk pemula, tidak terlalu penting.
Pembicara sendiri mengatakan kurang lebih bahwa fitur tersebut mungkin tidak terlalu sering digunakan.
Yang jauh lebih penting adalah menguasai dua jenis komentar utama:
// Single-line
dan:
/*
Multi-line
*/
15. Contoh program lengkap
Mari kita gabungkan semuanya:
fun main() {
// Menampilkan nama
println("Budi")
/*
Menampilkan umur pengguna.
Baris ini merupakan contoh
multi-line comment.
*/
println(20)
}
Output:
Budi
20
Komentar tidak menghasilkan output apa pun.
16. Comment untuk siapa?
Ini konsep yang penting.
Comment bukan untuk komputer.
Comment terutama ditulis untuk:
programmer/manusia yang membaca source code.
Misalnya:
// Menghitung total harga
val total = price * quantity
Komputer sebenarnya tidak membutuhkan kalimat:
Menghitung total harga
Tetapi programmer lain yang membaca kode akan lebih cepat memahami maksudnya.
17. Jangan membuat komentar yang tidak berguna
Komentar memang bagus, tetapi bukan berarti semakin banyak komentar semakin bagus.
Contoh komentar yang kurang berguna:
// Membuat variable age
val age = 20
Ini sebenarnya sudah sangat jelas.
Lebih berguna jika menjelaskan alasan atau konteks:
// Batas usia minimum untuk proses registrasi
val minimumAge = 18
Jadi komentar yang bagus biasanya menjelaskan:
“Mengapa kode ini dibuat seperti ini?”
bukan sekadar:
“Kode ini sedang melakukan apa?”
18. Contoh perbandingan
Kurang berguna
// Menambahkan 10 ke age
val newAge = age + 10
Dari kode saja sebenarnya sudah terlihat bahwa kita menambahkan 10.
Lebih berguna
// Digunakan untuk simulasi usia pengguna 10 tahun dari sekarang
val futureAge = age + 10
Komentar memberikan konteks yang lebih berguna.
19. Kesimpulan materi
Jadi materi ini mengajarkan 3 hal utama.
1. Single-line comment
Gunakan:
// komentar
Berlaku sampai akhir baris.
2. Multi-line comment
Gunakan:
/*
komentar
komentar
komentar
*/
Cocok untuk komentar yang terdiri dari banyak baris.
3. Nested comment
Kotlin juga mendukung:
/*
komentar luar
/*
komentar dalam
*/
komentar luar
*/
Tetapi untuk saat ini, kamu tidak perlu terlalu fokus pada nested comment.
Gambaran sederhananya
Ingat saja:
COMMENTS
│
┌─────────┴─────────┐
↓ ↓
Single-line Multi-line
│ │
// /* */
│ │
1 baris banyak baris
Dan prinsip paling penting:
Comment
↓
Dibaca programmer
↓
Diabaikan compiler
↓
Tidak dieksekusi
Jadi ketika kamu melihat:
fun main() {
// Ini tidak dijalankan
println("Hello")
/*
Ini juga tidak dijalankan
*/
}
yang benar-benar dieksekusi hanyalah:
println("Hello")
Intinya: comment adalah catatan di dalam kode. Ia membantu manusia memahami program, tetapi tidak menjadi instruksi yang dijalankan oleh program.