Masukkan Password
02 Installing a Code Editor
Materi tersebut pada dasarnya menjelaskan persiapan lingkungan kerja untuk belajar JavaScript menggunakan Visual Studio Code (VS Code). Saya jelaskan dari dasar sampai alasan setiap langkahnya supaya tidak sekadar mengikuti tutorial.
1. Apa yang akan dipelajari?
Dalam materi ini ada beberapa tujuan utama:
Memahami apa itu code editor.
Memahami perbedaan text editor dan code editor.
Memilih code editor untuk belajar JavaScript.
Menginstal Visual Studio Code.
Membuat folder project JavaScript.
Membuat file:
index.htmlstyle.css
Menghubungkan HTML dengan CSS.
Menjalankan HTML di browser.
Memasang extension VS Code:
- Auto Save on Window Change
- Live Server
Memahami konsep localhost dan port secara sederhana.
2. Apa itu Code Editor?
Sebelum belajar JavaScript, kita membutuhkan tempat untuk menulis kode.
Sebenarnya JavaScript bisa ditulis menggunakan program sederhana seperti Notepad.
Misalnya kita menulis:
let nama = "Manoa";
console.log(nama);
Notepad bisa menyimpan tulisan tersebut.
Namun, Notepad tidak dibuat khusus untuk programmer.
Karena itu kita menggunakan code editor.
Code editor adalah apa?
Code editor adalah aplikasi untuk menulis dan mengedit kode program yang memiliki berbagai fitur khusus untuk membantu programmer.
Contohnya:
- Visual Studio Code
- Sublime Text
- Atom
- Brackets
Dalam kursus tersebut, digunakan:
Visual Studio Code (VS Code)
3. Text Editor vs Code Editor
Ini bagian yang penting.
Text editor
Text editor pada dasarnya digunakan untuk menulis teks biasa.
Contohnya:
Notepad
Misalnya kita menulis:
let nama = "Budi";
let umur = 20;
console.log(nama);
Notepad hanya melihatnya sebagai teks.
Code editor
Code editor memahami bahwa tulisan tersebut merupakan kode program dan memberikan bantuan kepada programmer.
Misalnya kode:
let nama = "Budi";
console.log(nama);
VS Code dapat memberikan:
- warna pada syntax
- autocomplete
- indentation
- pengecekan kesalahan tertentu
- saran kode
- format kode
- navigasi file
- extension
- integrasi dengan Git
- terminal
- dan banyak fitur lainnya
Jadi sederhananya:
Text editor = tempat menulis teks. Code editor = tempat menulis kode + berbagai alat bantu programmer.
4. Kenapa menggunakan Code Editor?
Bayangkan kita memiliki kode yang sangat panjang:
function hitungTotal(harga, jumlah) {
let total = harga * jumlah;
return total;
}
Kalau menggunakan code editor, kode akan dibuat lebih mudah dibaca.
VS Code misalnya akan memberikan warna berbeda untuk:
function
let
return
Hal ini disebut syntax highlighting.
Tujuannya bukan sekadar membuat kode terlihat bagus.
Syntax highlighting membantu kita mengenali bagian-bagian kode dengan cepat.
5. Apakah JavaScript membutuhkan software khusus?
Menariknya, tidak harus.
Untuk memulai JavaScript, sebenarnya kita hanya membutuhkan:
1. Text editor
Untuk menulis kode.
Misalnya:
- Notepad
- VS Code
- Sublime Text
2. Browser
Untuk menjalankan JavaScript dalam lingkungan browser.
Contohnya:
- Google Chrome
- Mozilla Firefox
- Microsoft Edge
- Safari
Jadi secara teori:
Text editor + Browser = sudah bisa belajar JavaScript.
Tetapi dalam praktiknya, menggunakan VS Code jauh lebih nyaman.
6. Mengapa kursus memilih Visual Studio Code?
Dalam materi tersebut ada beberapa pilihan:
- Atom
- Sublime Text
- Visual Studio Code
- Brackets
Semuanya merupakan code editor.
Tetapi instruktur memilih Visual Studio Code.
Alasannya karena VS Code memiliki banyak fitur dan extension yang sangat membantu dalam pengembangan web.
Jadi kalau ingin mengikuti tutorial secara persis, sebaiknya menggunakan VS Code juga.
7. Menginstal Visual Studio Code
Langkah pertama adalah mengunduh VS Code dari situs resminya.
Setelah installer selesai di-download:
- Buka installer.
- Terima license agreement.
- Pilih lokasi instalasi.
- Pilih Start Menu folder.
- Lanjutkan instalasi.
- Klik Install.
- Tunggu sampai selesai.
- Klik Finish.
Setelah itu VS Code akan terbuka.
8. Membuat Project JavaScript
Setelah VS Code terinstal, kita membutuhkan sebuah project folder.
Dalam tutorial dibuat struktur seperti:
Desktop
└── JavaScript Source
└── JavaScript Basics
Folder:
JavaScript Basics
akan menjadi folder project.
Kenapa perlu folder project?
Karena project biasanya tidak hanya terdiri dari satu file.
Nantinya kita bisa memiliki:
JavaScript Basics
├── index.html
├── style.css
├── script.js
└── images
Jadi semua file yang berkaitan dengan project disimpan dalam satu tempat.
9. Membuka Project di VS Code
Di VS Code kita bisa memilih:
File → Open Folder
Kemudian cari:
JavaScript Source
└── JavaScript Basics
Pilih folder:
JavaScript Basics
Setelah dibuka, folder tersebut akan muncul di bagian Explorer VS Code.
Explorer adalah tempat kita melihat file dan folder project.
10. Apa maksud “I trust the authors”?
Ketika membuka folder project untuk pertama kalinya, VS Code bisa menampilkan pertanyaan:
Do you trust the authors of the files in this folder?
Ini merupakan fitur keamanan VS Code.
Beberapa project dapat mengandung konfigurasi atau kode yang dijalankan oleh VS Code.
Kalau folder tersebut adalah project milik kita sendiri atau sumbernya terpercaya, kita bisa memilih:
Yes, I trust the authors.
11. Membuat file index.html
Sekarang dibuat file:
index.html
Apa itu HTML?
HTML adalah bahasa markup yang digunakan untuk menyusun struktur halaman web.
Contohnya:
<h1>Hello World</h1>
Artinya kita membuat heading.
Dalam project web sederhana, index.html biasanya menjadi halaman utama.
Strukturnya kurang lebih:
JavaScript Basics
├── index.html
└── style.css
12. Apa fungsi shortcut Shift + 1 lalu Tab?
Dalam materi disebutkan:
tekan Shift + 1 lalu Tab
Tujuannya adalah membuat template HTML secara otomatis.
Di VS Code, biasanya kita bisa menggunakan Emmet.
Misalnya mengetik:
!
kemudian menekan:
Tab
VS Code dapat menghasilkan struktur HTML dasar seperti:
<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
<title>Document</title>
</head>
<body>
</body>
</html>
Jadi kita tidak perlu mengetik semuanya dari awal.
13. Mengubah title HTML
Kemudian bagian:
<title>Document</title>
diubah menjadi:
<title>JS Fundamentals</title>
title adalah judul halaman yang biasanya terlihat pada tab browser.
Misalnya:
JS Fundamentals
akan muncul sebagai nama tab.
14. Membuat H2
Kemudian pada bagian <body> dibuat:
<h2>Fundamentals of JavaScript</h2>
h2 adalah heading level 2.
HTML memiliki heading:
<h1>Heading 1</h1>
<h2>Heading 2</h2>
<h3>Heading 3</h3>
Secara umum:
h1
↓
h2
↓
h3
↓
h4
...
15. Membuat file CSS
Selanjutnya dibuat file:
style.css
Sekarang struktur project menjadi:
JavaScript Basics
├── index.html
└── style.css
CSS digunakan untuk mengatur tampilan halaman web.
Contohnya:
h2 {
color: red;
}
Artinya:
Semua elemen
h2diberi warna merah.
16. Menghubungkan HTML dengan CSS
Ini konsep yang sangat penting.
File HTML dan CSS merupakan dua file yang berbeda.
HTML:
<h2>Fundamentals of JavaScript</h2>
CSS:
h2 {
color: red;
}
Supaya HTML mengetahui CSS mana yang digunakan, kita menambahkan:
<link rel="stylesheet" href="style.css">
Biasanya diletakkan di dalam <head>:
<head>
<title>JS Fundamentals</title>
<link rel="stylesheet" href="style.css">
</head>
Perhatikan:
href="style.css"
Ini memberitahu browser:
“Gunakan file
style.cssyang ada di folder ini.”
17. Kenapa H2 menjadi merah?
Karena CSS memiliki:
h2 {
color: red;
}
Browser membaca HTML:
<h2>Fundamentals of JavaScript</h2>
Kemudian browser membaca CSS:
h2 {
color: red;
}
Browser akhirnya menampilkan:
Fundamentals of JavaScript
dengan warna merah.
Secara sederhana:
index.html
│
│ menggunakan
↓
style.css
│
↓
Browser
│
↓
Halaman web
18. Menjalankan HTML di Browser
Tutorial kemudian membuka:
index.html
dengan browser.
Browser akan membaca HTML tersebut dan menampilkannya.
Misalnya hasilnya:
Fundamentals of JavaScript
dengan warna merah.
Namun ada satu masalah.
Saat kita membuka file secara langsung, URL browser biasanya terlihat seperti lokasi file di komputer.
Contohnya secara konsep:
file:///C:/Users/.../JavaScript Basics/index.html
Ini disebut membuka file secara langsung melalui filesystem.
19. Masalah ketika melakukan perubahan
Misalnya kita mengubah:
<h2>Fundamentals of JavaScript</h2>
menjadi:
<h2>Welcome to JavaScript</h2>
Kalau belum disimpan, browser belum tentu mendapatkan perubahan terbaru.
Biasanya kita harus:
- edit kode
- save
- kembali ke browser
- refresh
Ini cukup merepotkan jika dilakukan berkali-kali.
Karena itu tutorial memasang extension.
20. Extension pertama: Auto Save on Window Change
Extension pertama adalah:
Auto Save on Window Change
Tujuannya sederhana.
Biasanya:
Edit
↓
Save
↓
Browser
Dengan extension ini:
Edit
↓
Pindah window
↓
Otomatis Save
↓
Browser
Jadi kita tidak perlu terus-menerus menekan:
Ctrl + S
setiap kali berpindah dari VS Code ke browser.
21. Apa itu Extension di VS Code?
Extension adalah tambahan fitur untuk VS Code.
Anggap VS Code sebagai smartphone.
Smartphone memiliki fungsi dasar.
Kemudian kita bisa memasang aplikasi tambahan.
Kurang lebih konsepnya seperti itu.
VS Code memiliki fitur dasar, kemudian kita bisa memasang extension untuk menambahkan kemampuan tertentu.
Misalnya extension untuk:
- JavaScript
- Python
- Git
- Live Server
- formatter
- debugging
- dan lain-lain.
Extension dapat dicari melalui bagian:
Extensions
di VS Code.
22. Extension kedua: Live Server
Ini bagian yang sangat penting.
Extension kedua adalah:
Live Server
Fungsinya menjalankan project web melalui development server lokal.
Sebelumnya kita membuka:
index.html
secara langsung.
Dengan Live Server, halaman dijalankan melalui server lokal.
URL-nya dapat terlihat seperti:
http://127.0.0.1:5500/index.html
23. Apa itu 127.0.0.1?
127.0.0.1 adalah alamat khusus yang menunjuk ke:
komputer kita sendiri
Alamat ini biasa disebut:
localhost
Jadi secara sederhana:
127.0.0.1
↓
localhost
↓
komputer kita sendiri
Misalnya:
http://127.0.0.1:5500
Artinya kira-kira:
“Buka server yang sedang berjalan di komputer saya.”
24. Apa itu port 5500?
Sekarang kita melihat:
127.0.0.1:5500
Bagian:
127.0.0.1
adalah alamat komputer lokal.
Sedangkan:
5500
adalah port.
Bayangkan komputer seperti sebuah gedung.
Komputer
│
├── Pintu 80
├── Pintu 443
├── Pintu 3000
├── Pintu 5000
└── Pintu 5500
Port adalah semacam “pintu” yang digunakan oleh aplikasi/server untuk berkomunikasi.
Dalam tutorial, Live Server menggunakan:
port 5500
sehingga URL menjadi:
http://127.0.0.1:5500
25. Keuntungan Live Server
Misalnya kita menulis:
<h2>Fundamentals of JavaScript</h2>
kemudian kita ubah menjadi:
<h2>Belajar JavaScript</h2>
Dengan Live Server, perubahan bisa langsung terlihat di browser setelah file tersimpan.
Bahkan dengan konfigurasi/editor yang sesuai, browser dapat melakukan live reload.
Alurnya menjadi:
VS Code
│
│ edit
↓
index.html
│
│ save
↓
Live Server
│
↓
Browser
│
↓
Tampilan diperbarui
Ini sangat membantu ketika membuat website.
26. Mengapa Live Server lebih baik daripada double-click HTML?
Bukan berarti double-click index.html itu salah.
Untuk HTML sederhana, itu bisa saja dilakukan.
Namun ketika mulai membuat aplikasi web yang lebih kompleks, menjalankan project melalui server lokal lebih sesuai dengan lingkungan pengembangan web.
Misalnya:
file:///...
berbeda konsep dengan:
http://127.0.0.1:5500/...
Dengan Live Server kita belajar menggunakan lingkungan yang lebih mirip dengan bagaimana website dilayani melalui web server.
27. Gambaran keseluruhan project
Setelah mengikuti tutorial, project kita kira-kira seperti ini:
JavaScript Basics
│
├── index.html
│
└── style.css
Isi index.html secara sederhana:
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>JS Fundamentals</title>
<link rel="stylesheet" href="style.css">
</head>
<body>
<h2>Fundamentals of JavaScript</h2>
</body>
</html>
Sedangkan style.css:
h2 {
color: red;
}
Kemudian:
index.html
│
├── struktur halaman
│
└── menggunakan style.css
│
↓
CSS
│
↓
Browser
28. Hal yang perlu benar-benar dipahami
Jangan hanya menghafalkan langkah tutorial. Pahami peran setiap komponen.
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| VS Code | Menulis dan mengelola kode |
| HTML | Membuat struktur halaman |
| CSS | Mengatur tampilan halaman |
| JavaScript | Membuat halaman menjadi interaktif/dinamis |
| Browser | Menampilkan dan menjalankan web |
| Extension | Menambah kemampuan VS Code |
| Live Server | Menjalankan web melalui server lokal |
| localhost | Komputer kita sendiri |
127.0.0.1 | Alamat loopback/local computer |
5500 | Port yang digunakan Live Server |
index.html | Halaman HTML utama dalam project |
29. Lalu di mana JavaScript-nya?
Nah, ini yang perlu diperhatikan.
Pada lecture ini sebenarnya belum banyak menulis JavaScript.
Kita baru mempersiapkan lingkungan untuk belajar JavaScript.
Nantinya kita akan membuat file:
JavaScript Basics
├── index.html
├── style.css
└── script.js
Kemudian HTML dapat menghubungkan JavaScript:
<script src="script.js"></script>
Misalnya script.js berisi:
console.log("Hello JavaScript");
Kemudian browser menjalankan JavaScript tersebut.
Jadi pembagian tugasnya menjadi:
HTML
↓
Struktur
CSS
↓
Tampilan
JavaScript
↓
Perilaku / interaksi
Contohnya sebuah tombol:
HTML → membuat tombol
CSS → mempercantik tombol
JavaScript → membuat tombol melakukan sesuatu
30. Inti materi dalam satu alur
Kalau seluruh lecture ini diringkas menjadi satu alur:
Belajar JavaScript
↓
Butuh tempat menulis kode
↓
Gunakan Code Editor
↓
Pilih Visual Studio Code
↓
Install VS Code
↓
Buat folder project
↓
Buka folder di VS Code
↓
Buat index.html
↓
Buat style.css
↓
Hubungkan HTML + CSS
↓
Jalankan di Browser
↓
Install Auto Save
↓
Install Live Server
↓
Project siap digunakan
↓
Mulai belajar JavaScript
Kesimpulan paling sederhananya
Lecture ini belum fokus mengajarkan sintaks JavaScript, tetapi menyiapkan “meja kerja” sebelum mulai coding.
Yang paling penting untuk diingat:
VS Code = tempat kita menulis kode. HTML = struktur halaman. CSS = tampilan halaman. JavaScript = logika dan interaksi halaman. Browser = tempat kita melihat/menjalankan hasilnya. Live Server = membantu menjalankan project web melalui server lokal dan mempermudah melihat perubahan secara langsung.
Jadi setelah lecture ini, kamu seharusnya sudah memiliki VS Code + sebuah project + HTML + CSS + Live Server, dan siap masuk ke bagian berikutnya: menulis program JavaScript pertama.
Saya juga bisa membuat gambar/diagram alur Visual Studio Code → HTML/CSS → Live Server → Browser agar konsepnya lebih mudah dipahami.