Masukkan Password
15 2.1 Conditions in Dart Programming Language | If, If-else | Learn Dart Language | Dart Course
Materi pada transkrip tersebut membahas conditions (percabangan) dalam pemrograman, khususnya tiga bentuk utama:
ifif ... elseif ... else if ... else
Saya jelaskan dari dasar dengan bahasa sederhana, sekaligus memperbaiki beberapa istilah yang tampaknya salah dengar dari transkrip.
1. Apa itu Condition?
Condition atau kondisi adalah cara kita memberi tahu komputer:
“Kalau suatu keadaan benar, lakukan sesuatu.”
Contoh dalam kehidupan sehari-hari:
Jika hujan, maka saya membawa payung.
Dalam pemrograman:
Jika hujan == true
tampilkan "Bawa payung"
Jadi komputer akan memeriksa suatu kondisi. Hasil pemeriksaan tersebut biasanya hanya ada dua:
- True → kondisi benar
- False → kondisi salah
Contohnya:
umur = 20
umur > 18
Karena 20 > 18 benar, hasilnya:
true
Sedangkan:
umur = 15
umur > 18
hasilnya:
false
Inilah dasar dari percabangan.
2. if Condition
Bentuk paling sederhana adalah if.
Secara konsep:
if (kondisi) {
lakukan sesuatu
}
Artinya:
Jika kondisi benar, jalankan kode di dalam
{ }. Jika salah, jangan jalankan.
Misalnya kita mempunyai umur:
age = 20
Kemudian:
if (age > 18) {
print("You are a voter");
}
Kita baca:
Jika
agelebih besar dari 18, tampilkan"You are a voter".
Karena:
20 > 18
adalah true, maka program menjalankan print().
Hasilnya:
You are a voter
Bagaimana kalau umur 17?
age = 17
Program memeriksa:
17 > 18
Hasilnya:
false
Karena kondisi if salah, kode di dalamnya tidak dijalankan.
Jadi tidak ada output.
3. Operator Perbandingan
Saat membuat kondisi, kita sering menggunakan operator perbandingan.
| Operator | Arti | Contoh |
|---|---|---|
> | lebih besar dari | 20 > 18 |
< | lebih kecil dari | 15 < 18 |
>= | lebih besar atau sama dengan | 18 >= 18 |
<= | lebih kecil atau sama dengan | 15 <= 18 |
== | sama dengan | 18 == 18 |
!= | tidak sama dengan | 20 != 18 |
Perhatikan perbedaan:
=
dan
==
Secara umum dalam banyak bahasa pemrograman:
=→ memberikan/mengubah nilai==→ membandingkan dua nilai
Contoh:
age = 20
berarti:
Masukkan nilai
20ke variabelage.
Sedangkan:
age == 20
berarti:
Apakah nilai
agesama dengan20?
4. Menggunakan >=
Dalam video, ada contoh umur 18.
Misalnya:
age = 18
Kalau kita menggunakan:
if (age > 18)
maka hasilnya false.
Kenapa?
Karena:
18 > 18
salah.
Kalau kita ingin umur 18 tahun juga dianggap memenuhi kondisi, gunakan:
if (age >= 18)
Karena:
18 >= 18
adalah true.
Maka output akan muncul.
Jadi:
>
berarti harus lebih besar.
Sedangkan:
>=
berarti lebih besar atau sama dengan.
5. if dengan Boolean
Condition tidak selalu harus berupa angka.
Kita juga bisa menggunakan Boolean.
Boolean hanya mempunyai dua kemungkinan:
true
false
Misalnya:
isMale = true
Kemudian:
if (isMale) {
print("You are a male");
}
Karena:
isMale = true
maka kode dijalankan.
Output:
You are a male
Kalau:
isMale = false
maka:
if (isMale)
bernilai false.
Akibatnya kode di dalam if tidak dijalankan.
6. Kenapa Boolean Bisa Langsung Dipakai?
Ini bagian yang penting untuk dipahami.
Misalnya:
isMale = true
Kita bisa menulis:
if (isMale)
Tidak perlu:
if (isMale == true)
Karena isMale sendiri sudah memiliki nilai Boolean.
Jadi:
if (isMale)
secara sederhana berarti:
Jika
isMalebernilai true, lakukan sesuatu.
Begitu pula:
if (!isMale)
umumnya berarti:
Jika
isMalebernilai false, lakukan sesuatu.
7. Masalah dengan if Saja
Sekarang bayangkan:
age = 15
Kita punya:
if (age >= 18) {
print("You are a voter");
}
Karena umur 15, kondisinya false.
Akibatnya tidak ada output.
Tetapi bagaimana kalau kita ingin mengatakan:
Kalau umur sudah 18 → “You are a voter” Kalau belum 18 → “You are not a voter”
Kita membutuhkan else.
8. if ... else
Bentuknya:
if (kondisi) {
// dijalankan jika true
} else {
// dijalankan jika false
}
Contohnya:
age = 15
if (age >= 18) {
print("You are a voter");
} else {
print("You are not a voter");
}
Program akan memeriksa:
15 >= 18
Hasilnya:
false
Karena false, bagian if dilewati dan bagian else dijalankan.
Output:
You are not a voter
9. Hal Penting dari if ... else
Dalam if ... else, salah satu bagian pasti dipilih.
Misalnya:
if (condition) {
A
} else {
B
}
Ada dua kemungkinan:
condition = true
→ jalankan A
atau:
condition = false
→ jalankan B
Tidak mungkin keduanya dijalankan sekaligus.
Contoh:
age = 20
if (age >= 18) {
print("Dewasa");
} else {
print("Belum dewasa");
}
Output:
Dewasa
Sedangkan:
age = 15
Output:
Belum dewasa
10. else if
Sekarang kita masuk ke bagian ketiga yang sangat penting:
if
else if
else
Ini digunakan ketika kita mempunyai lebih dari dua kemungkinan.
Contohnya adalah menentukan nilai berdasarkan marks.
Misalnya:
marks = 80
Kita ingin:
80atau lebih → Grade A60sampai79→ Grade B33sampai59→ Grade C- di bawah
33→ Fail
Kita bisa membuat:
if (marks >= 80) {
print("Grade A");
} else if (marks >= 60) {
print("Grade B");
} else if (marks >= 33) {
print("Grade C");
} else {
print("Fail");
}
Ini disebut if-else-if chain.
11. Bagaimana Program Membacanya?
Ini bagian yang sangat penting.
Program akan memeriksa kondisi dari atas ke bawah.
Misalnya:
marks = 60
Program pertama memeriksa:
marks >= 80
atau:
60 >= 80
Hasilnya:
false
Kemudian program turun ke kondisi berikutnya:
marks >= 60
atau:
60 >= 60
Hasilnya:
true
Maka:
print("Grade B");
dijalankan.
Setelah menemukan kondisi yang benar, rangkaian tersebut selesai.
Output:
Grade B
12. Bagaimana Jika Nilainya 50?
Misalnya:
marks = 50
Program memeriksa:
50 >= 80
❌ false
Lanjut:
50 >= 60
❌ false
Lanjut:
50 >= 33
✅ true
Maka:
Grade C
yang dijalankan.
13. Bagaimana Jika Nilainya 20?
Sekarang:
marks = 20
Pemeriksaan:
20 >= 80
❌ false
Kemudian:
20 >= 60
❌ false
Kemudian:
20 >= 33
❌ false
Semua kondisi if dan else if salah.
Maka program masuk ke:
else
dan menjalankan:
print("Fail");
Output:
Fail
14. Gambaran Alurnya
Kita bisa membayangkan if - else if - else seperti pintu yang diperiksa satu per satu:
marks
│
▼
┌────────────────┐
│ marks >= 80 ? │
└───────┬────────┘
Ya │ Tidak
│
Grade A ◄──┘
│
▼
┌────────────────┐
│ marks >= 60 ? │
└───────┬────────┘
Ya │ Tidak
│
Grade B ◄──┘
│
▼
┌────────────────┐
│ marks >= 33 ? │
└───────┬────────┘
Ya │ Tidak
│
Grade C ◄──┘
│
▼
Grade F
Intinya:
Periksa dari atas → jika benar, jalankan → selesai. Jika salah, lanjut ke kondisi berikutnya.
15. Kenapa Urutan Kondisi Penting?
Ini salah satu konsep yang sangat penting.
Misalnya kita menulis secara sembarangan:
if (marks >= 33) {
print("Grade C");
} else if (marks >= 60) {
print("Grade B");
} else if (marks >= 80) {
print("Grade A");
}
Ini bermasalah.
Misalnya:
marks = 80
Program pertama menemukan:
80 >= 33
yang sudah true.
Akibatnya program langsung mencetak:
Grade C
Padahal seharusnya Grade A.
Jadi untuk rentang seperti nilai tadi, kita biasanya menulis dari kondisi paling tinggi ke paling rendah:
>= 80
>= 60
>= 33
else
16. Perbedaan Ketiga Jenis Condition
Supaya mudah diingat:
if
Digunakan kalau kita hanya ingin melakukan sesuatu jika kondisi benar.
if (age >= 18) {
print("Adult");
}
Kalau false → tidak melakukan apa-apa.
if ... else
Digunakan kalau hanya ada dua kemungkinan.
if (age >= 18) {
print("Adult");
} else {
print("Minor");
}
Kemungkinan:
true → Adult
false → Minor
if ... else if ... else
Digunakan kalau ada banyak kemungkinan.
if (marks >= 80) {
print("A");
} else if (marks >= 60) {
print("B");
} else if (marks >= 33) {
print("C");
} else {
print("Fail");
}
Kemungkinan:
80+ → A
60–79 → B
33–59 → C
0–32 → Fail
17. Contoh Kehidupan Sehari-hari
Misalnya kita ingin menentukan apakah seseorang boleh masuk ke suatu wahana.
age = 15
Kita bisa membuat:
if (age >= 18) {
print("You can enter");
} else {
print("You cannot enter");
}
Program seperti penjaga pintu:
“Umurnya 18 atau lebih?”
Kalau ya → boleh masuk.
Kalau tidak → tidak boleh masuk.
18. Contoh yang Lebih Kompleks
Misalnya menentukan kategori umur:
age = 25
if (age < 13) {
print("Child");
} else if (age < 18) {
print("Teenager");
} else if (age < 60) {
print("Adult");
} else {
print("Senior");
}
Untuk age = 25:
25 < 13 → false
25 < 18 → false
25 < 60 → true
Maka output:
Adult
19. Nested if
Ada satu konsep lanjutan yang perlu kamu kenal, yaitu nested if.
Artinya ada if di dalam if.
Contoh:
if (age >= 18) {
if (hasID) {
print("You can enter");
}
}
Artinya:
- Periksa apakah umur minimal 18.
- Kalau iya, periksa apakah mempunyai ID.
- Kalau keduanya benar, tampilkan
"You can enter".
Ini berguna ketika sebuah keputusan bergantung pada beberapa pemeriksaan.
20. Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula
Kesalahan 1 — Salah menggunakan > dan >=
age > 18
berbeda dengan:
age >= 18
Pada age = 18:
18 > 18 → false
18 >= 18 → true
Kesalahan 2 — Bingung antara = dan ==
age = 20
biasanya berarti memberikan nilai.
Sedangkan:
age == 20
berarti membandingkan.
Kesalahan 3 — Salah urutan else if
Untuk grade:
❌ Kurang tepat:
if (marks >= 33)
else if (marks >= 60)
else if (marks >= 80)
Lebih tepat:
if (marks >= 80)
else if (marks >= 60)
else if (marks >= 33)
else
Kesalahan 4 — Mengira semua else if akan dijalankan
Misalnya:
if (marks >= 80) {
print("A");
} else if (marks >= 60) {
print("B");
} else if (marks >= 33) {
print("C");
}
Kalau marks = 90, hanya Grade A yang dijalankan.
Bukan A, B, dan C.
21. Cara Berpikir yang Paling Mudah
Setiap kali melihat:
if (condition)
tanyakan:
“Apakah condition ini true atau false?”
Contoh:
age = 20
if (age >= 18)
Tanyakan:
20 >= 18 ?
Jawab:
true
Maka kode dijalankan.
Contoh lain:
marks = 50
if (marks >= 80)
Tanyakan:
50 >= 80 ?
Jawab:
false
Lanjut ke else if.
Dengan pola berpikir ini, kamu akan jauh lebih mudah memahami percabangan.
22. Ringkasan
Materi ini sebenarnya bisa diringkas menjadi:
if
Kalau kondisi benar → lakukan sesuatu.
if ... else
Kalau benar lakukan A, kalau salah lakukan B.
if ... else if ... else
Coba kondisi pertama. Kalau salah, coba kondisi kedua. Kalau masih salah, coba berikutnya. Kalau semuanya salah, jalankan
else.
Contoh lengkap:
marks = 75
if (marks >= 80) {
print("Grade A");
} else if (marks >= 60) {
print("Grade B");
} else if (marks >= 33) {
print("Grade C");
} else {
print("Fail");
}
Alur berpikirnya:
Apakah 75 >= 80?
↓
Tidak
↓
Apakah 75 >= 60?
↓
Ya
↓
Grade B
Inti paling penting: condition adalah cara program mengambil keputusan berdasarkan keadaan tertentu. Hampir semua program nyata menggunakan konsep ini—misalnya login, validasi data, sistem nilai, menu aplikasi, game, transaksi, dan sebagainya.
Kalau kamu sedang belajar Dart, saya juga bisa lanjut menjelaskan materi ini dengan contoh kode Dart yang benar + latihan soal dari mudah sampai sulit.