01 QnA Saham 1
Kalau mau mulai beli saham di Indonesia, gambaran praktisnya seperti ini 👇
1️⃣ Belinya di mana?
Kamu tidak beli saham langsung ke Bursa Efek, tapi lewat sekuritas (broker saham) yang terdaftar di BEI & diawasi OJK.
Beberapa sekuritas populer untuk pemula (online & relatif mudah):
- Ajaib Sekuritas – simpel, cocok pemula
- Stockbit Sekuritas – analisis & komunitas kuat
- Mirae Asset Sekuritas – fitur lengkap
- Mandiri Sekuritas (MOST) – terintegrasi bank Mandiri
- BCA Sekuritas – cocok nasabah BCA
- Indo Premier (IPOT) – cukup populer & stabil
👉 Prosesnya:
- Daftar online (KTP + NPWP jika ada)
- Buka RDN (Rekening Dana Nasabah)
- Transfer dana ke RDN
- Baru bisa beli saham lewat aplikasi
2️⃣ Minimal uang yang harus disiapkan
🔹 Secara aturan bursa
- 1 lot = 100 lembar saham
- Harga saham sangat bervariasi
🔹 Contoh paling murah
Misalnya saham harga Rp50/lembar (saham gocap):
- 1 lot = 100 × 50 = Rp5.000
- Tambah fee beli (±0,15–0,25%)
👉 Secara teori, mulai dari Rp10.000–Rp50.000 sudah bisa beli saham
🔹 Praktis & lebih nyaman
- Rp100.000 – Rp500.000 → cukup realistis buat belajar
- Rp1 juta ke atas → mulai fleksibel diversifikasi
3️⃣ Tips penting sebelum mulai (ini krusial)
- 📌 Jangan pakai uang kebutuhan hidup
- 📌 Mulai dari saham blue chip atau ETF / indeks jika masih ragu
- 📌 Jangan FOMO, jangan ikut-ikutan grup “cuan cepat”
- 📌 Anggap 6–12 bulan pertama sebagai masa belajar
4️⃣ Mau gaya investasi yang mana?
Supaya arahku lebih tepat, kamu bisa jawab ini (kalau mau):
- Tujuan: nabung / investasi jangka panjang / trading
- Modal awal kira-kira: <1 juta / 1–5 juta / >5 juta
- Waktu pantau: jarang / kadang / setiap hari
Nanti aku bisa bantu:
- Pilih sekuritas paling cocok
- Rekomendasi saham awal untuk pemula
- Contoh simulasi beli saham pertama langkah demi langkah 📈
Harga saham blue chip itu bervariasi, tapi umumnya lebih mahal dibanding saham kecil karena perusahaannya besar & stabil.
Berikut kisaran harga wajar (perkiraan) saham blue chip di Indonesia supaya kamu kebayang 👇 (harga bisa naik-turun setiap hari)
💎 Kisaran Harga Saham Blue Chip (per lembar)
🔹 Blue chip “murah–menengah”
Biasanya cocok buat pemula:
- Rp1.000 – Rp3.000 / lembar
- 1 lot (100 lembar): Rp100.000 – Rp300.000
Contoh sektor:
- Bank besar tertentu
- Telekomunikasi
- Konsumer
🔹 Blue chip menengah
- Rp3.000 – Rp8.000 / lembar
- 1 lot: Rp300.000 – Rp800.000
Biasanya:
- Bank besar
- Perusahaan konsumer mapan
- Energi & infrastruktur
🔹 Blue chip mahal
- Rp8.000 – Rp15.000+ / lembar
- 1 lot: Rp800.000 – Rp1.500.000+
Umumnya:
- Bank papan atas
- Perusahaan dengan laba sangat stabil
🧮 Contoh hitungan sederhana
Kalau saham harganya Rp4.500/lembar:
- 1 lot = 100 × 4.500 = Rp450.000
- Tambah fee beli ±0,2% ≈ Rp900
- Total ≈ Rp450.900
❗ Penting diluruskan
Blue chip ≠ selalu mahal
Yang bikin “blue chip” itu:
- Fundamental kuat
- Laba konsisten
- Market cap besar
- Likuid (mudah dijual)
Bukan semata-mata harga per lembar.
🎯 Kalau modalmu terbatas
- Modal Rp500 ribu – 1 juta → masih bisa beli 1–2 lot blue chip
- Modal Rp100–300 ribu → bisa mulai dari ETF indeks atau saham big cap yang lebih murah
Kalau kamu mau, sebutkan:
- Modal awal kamu berapa
- Mau jangka panjang atau trading
Aku bisa bantu pilih saham blue chip yang realistis buat modal kamu, bukan yang “katanya bagus” tapi nggak kebeli.
Iya, kalau beli saham di BEI wajib kelipatan lot. Tapi ada sedikit pengecualian yang perlu kamu tahu.
📦 Aturan dasar beli saham
- 1 lot = 100 lembar saham
- Pembelian (buy) → harus 1 lot, 2 lot, 3 lot, dst ❌ Tidak bisa beli 10 lembar, 25 lembar, dll
Contoh:
- Beli 1 lot BBCA → 100 lembar
- Beli 3 lot TLKM → 300 lembar
🔁 Pengecualian: jual boleh tidak kelipatan lot
Kalau kamu punya saham sisa (odd lot), kamu tetap bisa jual.
Contoh:
Kamu punya 150 lembar
Kamu bisa jual:
- 1 lot (100 lembar) di pasar reguler
- 50 lembar di pasar odd lot
📌 Odd lot biasanya muncul dari:
- Aksi korporasi (dividen saham, right issue)
- Stock split lama
- Penggabungan saham
🤔 Kenapa aturan lot ini penting?
- Menjaga likuiditas pasar
- Menyamakan ukuran transaksi
- Mempermudah sistem perdagangan
💡 Alternatif kalau modal kecil
Kalau modal kamu belum cukup buat 1 lot blue chip:
1️⃣ Pilih saham big cap yang lebih murah 2️⃣ Beli ETF indeks (tetap 1 lot, tapi lebih terjangkau) 3️⃣ Nabung rutin sampai cukup 1 lot saham incaran
Ringkasannya
✔ Beli saham → harus kelipatan 1 lot ✔ Jual saham → boleh odd lot ✔ 1 lot = 100 lembar
Kalau mau, bilang:
- Modal kamu berapa
- Saham incaran (kalau ada)
Aku bisa hitungkan berapa lot yang bisa kamu beli + estimasi fee, biar makin kebayang sebelum benar-benar mulai.
Kalau bicara paling populer & terpercaya di Indonesia, sebenarnya tidak cuma satu, tapi ada beberapa sekuritas papan atas yang sama-sama resmi, aman, dan sudah puluhan tahun (terdaftar BEI & diawasi OJK).
Aku ringkas biar gampang milih 👇
🏆 Sekuritas Paling Populer & Terpercaya (Indonesia)
🔵 Mandiri Sekuritas (MOST)
Kenapa populer & dipercaya:
- Anak usaha Bank Mandiri
- Nasabah ritel & institusi sangat besar
- Sistem stabil, jarang bermasalah
Cocok untuk:
- Investor jangka panjang
- Kamu yang suka “aman & mapan”
📌 Minimal setor awal: ± Rp2 juta
🔵 Mirae Asset Sekuritas
Kenapa populer:
- Sekuritas dengan nilai transaksi terbesar di BEI (sering peringkat 1)
- Dipakai banyak trader aktif & profesional
Cocok untuk:
- Trading
- Pengguna yang ingin fitur lengkap
📌 Minimal setor awal: ± Rp200 ribu – 1 juta
🔵 BCA Sekuritas
Kenapa dipercaya:
- Grup BCA
- Reputasi kuat, keamanan tinggi
Cocok untuk:
- Nasabah BCA
- Investor jangka panjang
📌 Minimal setor awal: ± Rp3 juta
🟢 Indo Premier (IPOT)
Kenapa populer:
- Sudah lama di dunia ritel
- Banyak investor lama pakai IPOT
- Fitur cukup lengkap
Cocok untuk:
- Investor & trader menengah
- Yang suka data & laporan
📌 Minimal setor awal: ± Rp100 ribu – 1 juta
🟢 Stockbit Sekuritas
Kenapa sangat populer sekarang:
- Banyak dipakai pemula
- Komunitas & analisis saham aktif
- UI modern
Cocok untuk:
- Pemula
- Belajar sambil diskusi
📌 Minimal setor awal: Rp0 – Rp100 ribu
🟢 Ajaib Sekuritas
Kenapa booming:
- Aplikasi sangat simpel
- Registrasi cepat
- Edukasi ringan
Cocok untuk:
- Pemula total
- Modal kecil
📌 Minimal setor awal: Rp0
🔐 Aman nggak?
Semua sekuritas di atas: ✔ Terdaftar di BEI ✔ Diawasi OJK ✔ Dana disimpan di RDN atas nama kamu (bukan uang sekuritas)
Kalau sekuritasnya tutup, saham kamu tetap aman.
🎯 Rekomendasi jujur (berdasarkan kebutuhan)
- Pemula + modal kecil → Stockbit / Ajaib
- Investor serius jangka panjang → Mandiri / BCA Sekuritas
- Trader aktif → Mirae Asset
- Semi trader & investor → IPOT
Kalau kamu mau, jawab singkat saja: 1️⃣ Modal awal kira-kira berapa 2️⃣ Mau investasi jangka panjang atau trading
Aku bantu pilih 1 sekuritas paling pas buat kondisi kamu, biar nggak bingung dan nggak salah start.
Bisa, dan justru Stockbit itu salah satu yang paling cocok buat latihan trading. 👍 Banyak trader pemula Indonesia mulai dari Stockbit.
✅ Kenapa Stockbit cocok buat latihan trader?
1️⃣ Ada Virtual Trading (simulasi)
Pakai uang virtual
Harga saham real-time BEI
Bisa latihan:
- Buy / sell
- Pasang bid–offer
- Cut loss & take profit
❌ Tanpa risiko uang beneran
👉 Cocok buat:
- Belajar mekanisme pasar
- Ngetes strategi trading
2️⃣ Komunitas & diskusi aktif
Bisa lihat:
- Analisis trader lain
- Sentimen pasar
- Catatan transaksi
Jadi kamu belajar pola pikir trader, bukan cuma teori
⚠️ Catatan penting: Jangan telan mentah-mentah opini orang. Pakai buat referensi saja.
3️⃣ Fitur chart & indikator cukup lengkap
- Candlestick
- MA, RSI, MACD, Bollinger Band, dll
- Timeframe lengkap (intraday sampai bulanan)
Cukup untuk:
- Scalping
- Day trading
- Swing trading
4️⃣ Transisi ke real trading mudah
- Akun Stockbit → Stockbit Sekuritas
- Tampilan mirip, jadi nggak kaget
- Bisa mulai dari modal kecil
🎯 Cara ideal latihan trading (biar nggak nyemplung buta)
Tahap 1 (1–2 minggu):
Virtual trading
Fokus:
- Cara entry & exit
- Baca candle
- Pasang cut loss
Tahap 2 (1 bulan):
- Virtual trading + catat hasil
- Uji 1 strategi saja (jangan ganti-ganti)
Tahap 3 (real trading kecil):
- Modal real Rp300–500 ribu
- Anggap masih belajar
- Risiko maksimal 1–2% per transaksi
⚠️ Kesalahan umum pemula
❌ Langsung pakai uang besar ❌ Ikut “gorengan” tanpa rencana ❌ Nggak pasang cut loss ❌ Overtrading karena FOMO
Ringkasannya
✔ Latihan trader di Stockbit: sangat bisa ✔ Ada simulasi + komunitas + chart ✔ Aman buat pemula sebelum pakai uang asli
Kalau kamu mau, aku bisa:
- Buatin contoh strategi trading sederhana (step by step)
- Atau panduan setup indikator di Stockbit
Tinggal bilang: scalping / day trading / swing trading 😊
Siap. Berikut 100 daftar pertanyaan cerdas yang benar-benar dipakai investor & trader serius untuk membangun pemahaman dari nol → matang. Aku susun berurutan dari mindset, dasar, analisis, sampai manajemen risiko supaya belajarnya terstruktur.
🧠 A. Mindset & Tujuan (1–15)
- Apa perbedaan investasi dan trading, dan mana yang cocok dengan kepribadianku?
- Tujuan utamaku di saham: nabung, cuan rutin, atau kebebasan finansial?
- Berapa lama waktu yang realistis untuk mencapai target keuanganku?
- Apakah aku siap kehilangan uang tanpa stres berlebihan?
- Berapa kerugian maksimal yang masih bisa kuterima secara mental?
- Apakah aku tipe orang sabar atau impulsif?
- Apakah aku mudah FOMO?
- Lebih penting mana: return tinggi atau tidur nyenyak?
- Kesalahan finansial terbesarku selama ini apa?
- Apakah aku mau belajar proses, atau cuma hasil?
- Apa yang akan kulakukan jika saham turun 20%?
- Apakah aku siap disiplin dengan rencana?
- Apakah aku menganggap saham sebagai bisnis, bukan judi?
- Berapa jam per minggu yang bisa kusediakan?
- Apa definisi “sukses” versiku sendiri di saham?
📘 B. Dasar Pasar Saham (16–30)
- Apa sebenarnya saham itu?
- Bagaimana cara kerja Bursa Efek Indonesia?
- Apa itu lot, bid, dan offer?
- Kenapa harga saham bisa naik dan turun setiap detik?
- Siapa saja pelaku pasar (ritel, bandar, asing)?
- Apa peran sekuritas dan RDN?
- Apa itu saham blue chip, second liner, dan gorengan?
- Kenapa ada saham yang likuid dan tidak?
- Apa perbedaan pasar reguler, tunai, dan negosiasi?
- Apa itu jam perdagangan saham?
- Kenapa saham bisa disuspend?
- Apa itu auto rejection?
- Apa risiko utama berinvestasi saham?
- Bagaimana mekanisme untung dan rugi?
- Apa saja biaya (fee) dalam transaksi saham?
📊 C. Analisis Fundamental (31–45)
- Bagaimana cara menilai perusahaan yang sehat?
- Apa arti laporan laba rugi?
- Kenapa arus kas lebih penting dari laba?
- Apa itu ROE dan kenapa penting?
- Apa itu PER dan PBV?
- Apakah saham murah selalu bagus?
- Bagaimana membaca laporan keuangan sederhana?
- Sektor apa yang defensif?
- Sektor apa yang agresif?
- Apa itu siklus bisnis?
- Bagaimana pengaruh suku bunga ke saham?
- Apakah dividen penting?
- Apa tanda perusahaan bermasalah?
- Bagaimana cara membandingkan dua saham sejenis?
- Apakah investor harus paham makro ekonomi?
📈 D. Analisis Teknikal (46–65)
- Apa itu candlestick?
- Apa arti candle merah dan hijau?
- Apa itu support dan resistance?
- Bagaimana cara menentukan trend?
- Apa beda uptrend, sideways, dan downtrend?
- Indikator mana yang paling penting untuk pemula?
- Apa fungsi Moving Average?
- Kapan RSI dianggap overbought atau oversold?
- Apa itu MACD?
- Apakah indikator bisa salah?
- Price action atau indikator, mana lebih baik?
- Apa itu breakout?
- Apa itu false breakout?
- Timeframe mana yang cocok untuk pemula?
- Kenapa volume itu penting?
- Apa tanda distribusi bandar?
- Apa pola chart paling dasar?
- Apakah pola selalu bekerja?
- Kapan waktu terbaik masuk saham?
- Kapan waktu terbaik keluar saham?
💼 E. Strategi Trading & Investasi (66–80)
- Apa perbedaan scalping, day trading, dan swing trading?
- Strategi mana yang paling realistis untuk pemula?
- Apakah strategi orang lain bisa langsung kupakai?
- Berapa win rate yang sehat?
- Apa itu risk–reward ratio?
- Lebih baik sering cuan kecil atau jarang cuan besar?
- Berapa saham ideal dalam satu portofolio?
- Apakah perlu diversifikasi?
- Kapan harus averaging up?
- Kapan averaging down berbahaya?
- Apakah cut loss itu wajib?
- Berapa persen cut loss yang aman?
- Kapan harus take profit?
- Apakah all-in pernah dibenarkan?
- Bagaimana cara menghindari overtrading?
🛡️ F. Manajemen Risiko & Psikologi (81–95)
- Apa penyebab terbesar trader bangkrut?
- Bagaimana mengontrol emosi saat rugi?
- Bagaimana mengontrol euforia saat untung?
- Kenapa disiplin lebih penting dari pintar?
- Apakah loss adalah bagian dari sistem?
- Bagaimana cara mencatat jurnal trading?
- Apa yang harus dievaluasi dari transaksi rugi?
- Kapan harus berhenti trading sementara?
- Apakah perlu target harian/mingguan?
- Bagaimana cara bangkit setelah loss besar?
- Apakah mental bisa dilatih?
- Apa tanda strategi sudah tidak cocok?
- Bagaimana membedakan sabar vs keras kepala?
- Kapan harus ganti strategi?
- Bagaimana menjaga konsistensi?
🧭 G. Tahap Lanjutan & Realita Pasar (96–100)
- Apakah mungkin hidup dari trading saham?
- Berapa lama rata-rata orang jadi konsisten profit?
- Kenapa mayoritas trader gagal?
- Apakah investor dan trader bisa digabung?
- Apa satu kebiasaan kecil yang paling berdampak besar?
Kalau kamu mau, aku bisa:
- Menyusun jawaban ringkas untuk 100 pertanyaan ini (seperti modul)
- Memilih 20 pertanyaan paling penting untuk pemula
- Mengubah daftar ini jadi checklist belajar 30 hari
Tinggal bilang mau lanjut ke arah mana 📊📈
Siap. Berikut 100 pertanyaan lanjutan (advanced) yang biasanya baru dipikirkan oleh investor & trader yang sudah naik level. Pertanyaan-pertanyaan ini fokus pada kedalaman analisis, sistem, data, probabilitas, psikologi tingkat lanjut, dan realita profesional.
Aku susun berurutan dari strategic thinking → execution → mastery.
🧠 A. Strategic Thinking & Edge (1–15)
- Apa sebenarnya edge pribadiku di pasar?
- Apakah edge-ku berasal dari informasi, analisis, disiplin, atau kecepatan?
- Bagaimana mengukur edge secara objektif?
- Apakah edge-ku masih relevan di kondisi pasar saat ini?
- Bagaimana pasar berubah ketika terlalu banyak orang memakai strategi yang sama?
- Kapan edge akan berhenti bekerja?
- Bagaimana cara beradaptasi tanpa kehilangan identitas strategi?
- Apakah aku trader reaktif atau antisipatif?
- Apakah aku bermain di probabilitas atau prediksi?
- Bagaimana cara berpikir seperti market maker?
- Di bagian mana mayoritas pelaku pasar melakukan kesalahan?
- Apakah aku bermain melawan crowd atau ikut arus?
- Kapan sebaiknya tidak trading sama sekali?
- Apa biaya tersembunyi dari terlalu sering trading?
- Bagaimana cara menciptakan edge sederhana tapi konsisten?
📊 B. Data, Statistik & Probabilitas (16–30)
- Berapa sampel minimal untuk menilai strategi valid?
- Bagaimana membedakan profit karena skill vs keberuntungan?
- Apa arti expectancy positif?
- Bagaimana menghitung maximum drawdown?
- Apakah win rate tinggi selalu lebih baik?
- Bagaimana pengaruh distribusi loss terhadap psikologi?
- Apa itu variance dalam trading?
- Bagaimana memahami losing streak secara statistik?
- Kapan harus berhenti karena statistik, bukan emosi?
- Apa perbedaan backtest dan forward test?
- Bagaimana bias data merusak hasil backtest?
- Apa itu curve fitting?
- Seberapa penting out-of-sample testing?
- Kapan data historis tidak lagi relevan?
- Bagaimana menilai strategi di market sideways?
🧮 C. Position Sizing & Risk Engineering (31–45)
- Bagaimana menentukan ukuran posisi optimal?
- Apa kelebihan dan risiko fixed percentage?
- Kapan fixed lot lebih aman?
- Apakah Kelly Criterion realistis untuk ritel?
- Bagaimana menyesuaikan ukuran posisi saat drawdown?
- Bagaimana menghitung risiko portofolio, bukan saham tunggal?
- Apa dampak korelasi antar saham?
- Kapan diversifikasi justru menurunkan performa?
- Bagaimana menghindari risiko tersembunyi (tail risk)?
- Bagaimana risiko berubah saat volatilitas naik?
- Apakah stop loss selalu harus statis?
- Kapan trailing stop lebih efektif?
- Bagaimana risiko berubah saat likuiditas menipis?
- Apakah leverage pernah masuk akal?
- Bagaimana mengelola risiko saat berita besar?
📈 D. Advanced Technical & Market Structure (46–60)
- Apa perbedaan breakout ritel vs institusi?
- Bagaimana membaca market structure?
- Apa itu accumulation dan distribution tingkat lanjut?
- Bagaimana volume profile membantu keputusan?
- Apa itu liquidity grab?
- Bagaimana mengenali stop hunting?
- Apa peran VWAP dalam intraday?
- Bagaimana multi-timeframe analysis yang benar?
- Kapan indikator menjadi distraksi?
- Bagaimana price action berubah saat volatilitas ekstrem?
- Apakah gap selalu harus ditutup?
- Bagaimana membaca reaksi harga, bukan beritanya?
- Apa beda momentum nyata vs ilusi?
- Bagaimana membedakan reversal dan retracement?
- Kapan sinyal teknikal paling sering gagal?
🧾 E. Fundamental Lanjutan & Makro (61–75)
- Bagaimana siklus likuiditas memengaruhi valuasi saham?
- Kapan fundamental kalah oleh sentimen?
- Bagaimana membaca ekspektasi pasar, bukan data mentah?
- Apa peran guidance manajemen?
- Kapan valuasi tinggi masih rasional?
- Bagaimana menilai kualitas pertumbuhan?
- Apa tanda earnings manipulation?
- Bagaimana efek buyback terhadap harga?
- Apakah dividen yield tinggi selalu menarik?
- Bagaimana pengaruh inflasi terhadap sektor berbeda?
- Kapan krisis menciptakan peluang struktural?
- Bagaimana membaca rotasi sektor lebih awal?
- Apakah insider trading bisa terdeteksi lewat data publik?
- Kapan makro harus diabaikan?
- Bagaimana menggabungkan fundamental dan teknikal tanpa konflik?
🧠 F. Psikologi Tingkat Lanjut (76–90)
- Bagaimana mengelola rasa benar (ego)?
- Apa bahaya identitas sebagai “trader jago”?
- Bagaimana mengenali keputusan yang bias?
- Apa itu decision fatigue dalam trading?
- Bagaimana rutinitas memengaruhi performa?
- Kapan kepercayaan diri berubah jadi overconfidence?
- Bagaimana memulihkan fokus setelah loss beruntun?
- Bagaimana memisahkan self-worth dari hasil trading?
- Kapan intuisi bisa dipercaya?
- Bagaimana melatih kesabaran ekstrem?
- Bagaimana menghindari revenge trading halus?
- Apakah emosi bisa dijadikan sinyal?
- Bagaimana menilai kesiapan mental sebelum market open?
- Kapan harus berhenti meski masih ada peluang?
- Bagaimana menjaga konsistensi jangka panjang?
🧭 G. Profesionalisme & Sustainability (91–100)
- Apa beda trader ritel dan profesional?
- Kapan trading menjadi bisnis, bukan hobi?
- Bagaimana struktur hari kerja trader profesional?
- Apa indikator kesehatan sistem trading?
- Bagaimana menyesuaikan gaya trading seiring usia?
- Kapan harus menurunkan target return?
- Bagaimana menghindari burnout?
- Apa peran mentor dan komunitas?
- Bagaimana membangun rekam jejak yang objektif?
- Apa definisi “cukup” dalam trading dan investasi?
Kalau kamu mau naik level lebih sistematis, aku bisa:
- Mengubah 200 pertanyaan ini jadi roadmap belajar 90 hari
- Membuat worksheet jurnal trading berbasis pertanyaan ini
- Menyusun modul advance (trader vs investor) lengkap dengan studi kasus
Tinggal bilang mau dibawa ke arah investor serius atau trader profesional.
Kevin Hendrawan (investor & edukator saham Indonesia) dikenal tidak membahas saham “naik hari ini”, tapi cara berpikir investor rasional. Pertanyaan yang sering ia bahas biasanya konseptual, kritis, dan jangka panjang.
Berikut aku rangkum jenis–jenis pertanyaan yang “khas Kevin Hendrawan”, dikelompokkan supaya jelas polanya.
🧠 1. Pertanyaan tentang cara berpikir investor
Ini inti dari gaya Kevin Hendrawan.
- Apakah kita membeli bisnis atau hanya kode saham?
- Apakah harga saham mencerminkan nilai atau emosi pasar?
- Kenapa mayoritas orang salah dalam mengambil keputusan investasi?
- Apakah aku memahami bisnisnya, atau hanya berharap harga naik?
- Apakah aku nyaman memiliki saham ini jika bursa tutup 5 tahun?
- Apakah keputusan ini berdasarkan data atau narasi?
- Apakah aku mencari kepastian palsu?
- Apa yang membuatku berbeda dari investor kebanyakan?
➡️ Fokus: mental model, bukan teknikal.
📊 2. Pertanyaan tentang valuasi & harga wajar
Kevin sering menekankan bahwa murah ≠ murah.
- Apa itu harga wajar dan bagaimana menentukannya?
- Murah dibanding apa?
- Apakah saham ini murah karena undervalued atau karena bisnisnya menurun?
- Berapa margin of safety yang masuk akal?
- Apa risiko jika asumsi valuasiku salah?
- Seberapa sensitif valuasi ini terhadap perubahan kecil asumsi?
- Apakah aku membeli karena valuasi, atau karena harga turun?
➡️ Fokus: thinking in probabilities, bukan angka pasti.
🧾 3. Pertanyaan tentang kualitas bisnis
Kevin sering membedah bisnis di balik saham.
- Dari mana perusahaan ini benar-benar menghasilkan uang?
- Apakah pendapatannya berulang (recurring)?
- Apakah perusahaan punya pricing power?
- Apa keunggulan kompetitifnya?
- Seberapa mudah pesaing meniru bisnis ini?
- Apakah pertumbuhan datang dari ekspansi sehat atau utang?
- Apakah bisnis ini masih relevan 10 tahun ke depan?
- Apa risiko terbesar bisnis ini, bukan hanya risikonya di harga saham?
➡️ Fokus: business durability.
👔 4. Pertanyaan tentang manajemen & governance
Topik yang sering diangkat Kevin, tapi jarang diperhatikan pemula.
- Apakah manajemen punya rekam jejak yang baik?
- Apakah kepentingan manajemen sejalan dengan pemegang saham?
- Bagaimana alokasi modal perusahaan?
- Apakah laba dipakai untuk menciptakan nilai atau hanya kosmetik?
- Bagaimana sikap manajemen saat krisis?
- Apakah perusahaan transparan?
- Apakah manajemen terlalu agresif dalam proyeksi?
➡️ Fokus: trust & integrity.
📉 5. Pertanyaan tentang risiko (bukan return)
Kevin sering menekankan: risiko ≠ volatilitas.
- Risiko terbesar dari investasi ini apa?
- Apa yang bisa membuat tesis investasiku salah total?
- Apa skenario terburuk yang masuk akal?
- Apakah aku siap jika harga turun lama?
- Risiko apa yang tidak terlihat di laporan keuangan?
- Apakah aku memahami downside, atau hanya upside?
- Apakah risiko ini bisa dikontrol?
➡️ Fokus: downside first thinking.
🧠 6. Pertanyaan psikologis & bias investor
Ini juga sangat khas Kevin Hendrawan.
- Apakah aku membeli karena takut ketinggalan?
- Apakah aku menyesuaikan analisis agar sesuai dengan posisi yang sudah kubeli?
- Apakah aku terlalu percaya diri?
- Apakah aku mencari pembenaran, bukan kebenaran?
- Apakah aku bisa mengakui kesalahan?
- Apakah aku lebih fokus ke hasil jangka pendek?
- Apakah aku sedang ikut narasi populer?
➡️ Fokus: behavioral finance.
📈 7. Pertanyaan tentang waktu & kesabaran
Kevin sering menekankan bahwa waktu adalah sekutu investor.
- Apakah return ini datang dari bisnis bertumbuh atau multiple expansion?
- Berapa lama value ini butuh waktu untuk terealisasi?
- Apakah aku siap menunggu tanpa melakukan apa-apa?
- Kapan not doing anything adalah keputusan terbaik?
- Apakah aku terlalu sering transaksi?
- Apakah kesabaran ini rasional atau hanya berharap?
➡️ Fokus: long-term compounding.
🧭 8. Pertanyaan meta (tingkat lanjut)
Biasanya muncul di diskusi lebih dalam.
- Apa yang tidak aku ketahui?
- Dalam kondisi apa aku tidak berinvestasi sama sekali?
- Apakah aku benar-benar punya keunggulan?
- Apakah strategi ini cocok dengan hidupku?
- Apakah definisi suksesku realistis?
- Apakah aku mengoptimalkan keputusan, bukan hasil?
Ringkasan gaya Kevin Hendrawan
Kalau dirangkum, pertanyaan ala Kevin Hendrawan selalu:
❝ Apakah ini keputusan investasi yang rasional, bukan keputusan emosional? ❞
Bukan:
- “Saham apa yang naik?”
- “Target besok berapa?”
Tapi:
- “Apakah keputusan ini masuk akal dalam 5–10 tahun?”
Kalau kamu mau, aku bisa:
- Mengubah pertanyaan-pertanyaan ini jadi checklist ala Kevin Hendrawan
- Membuat latihan analisis 1 saham dengan kerangka pikir Kevin
- Membandingkan gaya Kevin Hendrawan vs trader teknikal
Tinggal bilang mau dipakai untuk belajar investasi jangka panjang atau memperdalam analisis saham tertentu.
Siap. Berikut 100 pertanyaan tambahan yang sangat selaras dengan gaya berpikir Kevin Hendrawan: rasional, value-oriented, anti-spekulasi, dan berangkat dari first principles. Ini bukan pengulangan, tapi pendalaman level lebih tajam—pertanyaan yang biasanya muncul setelah seseorang “merasa sudah paham saham”.
🧠 A. Mental Model & First Principles (1–15)
- Jika saham ini bukan saham publik, apakah aku mau membeli bisnisnya?
- Apa asumsi terpenting yang menopang keputusanku?
- Jika asumsi utama salah, apakah tesis runtuh?
- Apakah aku memahami sebab–akibat, atau hanya korelasi?
- Apakah aku berpikir linier di dunia yang non-linier?
- Apakah aku mengandalkan narasi atau aritmetika?
- Apa yang harus terjadi agar aku mengubah pendapat?
- Apakah aku menghindari kompleksitas palsu?
- Apakah keputusan ini bisa kujelaskan ke orang awam?
- Jika aku salah, di bagian mana kemungkinan terbesarnya?
- Apakah aku berpikir dari base rate?
- Apakah aku terlalu percaya pada proyeksi?
- Apakah aku memahami bisnis ini dari sisi pelanggan?
- Apa unknown unknowns di investasi ini?
- Apakah aku sadar batas pengetahuanku?
🧾 B. Kualitas Laba & Angka Akuntansi (16–30)
- Apakah laba ini berulang atau sekali jalan?
- Apakah arus kas mengikuti laba?
- Apakah ada tanda earnings management?
- Seberapa agresif kebijakan akuntansinya?
- Apakah pertumbuhan datang dari volume atau harga?
- Apakah margin naik karena efisiensi atau faktor sementara?
- Apakah depresiasi mencerminkan realitas aset?
- Apakah capex bersifat pemeliharaan atau ekspansi?
- Apakah laba bertumbuh lebih cepat dari ekuitas?
- Apakah ROE tinggi karena leverage?
- Bagaimana kualitas piutang dan persediaan?
- Apakah free cash flow konsisten?
- Apakah ada mismatch antara profit dan kas?
- Apakah angka terlihat terlalu “rapi”?
- Apakah aku memahami catatan kaki laporan keuangan?
🏗️ C. Bisnis, Moat & Struktur Industri (31–45)
- Mengapa perusahaan ini masih bertahan?
- Apa yang membuat pelanggan tetap tinggal?
- Apakah switching cost nyata atau ilusi?
- Apakah keunggulan ini struktural atau siklikal?
- Apakah perusahaan ini price maker atau price taker?
- Bagaimana dinamika kompetisi berubah?
- Apakah industri ini winner-takes-all?
- Seberapa cepat disrupsi bisa terjadi?
- Apakah teknologi adalah ancaman atau peluang?
- Apakah pertumbuhan industri terbatas?
- Apakah perusahaan diuntungkan oleh regulasi?
- Apakah moat justru bisa jadi jebakan?
- Apakah skala memberi keunggulan nyata?
- Apa tanda awal erosi moat?
- Apakah bisnis ini tahan krisis?
👔 D. Manajemen & Alokasi Modal (46–60)
- Apakah manajemen berpikir seperti owner?
- Bagaimana sejarah alokasi modal mereka?
- Apakah ekspansi masuk akal?
- Apakah akuisisi menciptakan nilai?
- Apakah buyback dilakukan di harga tepat?
- Apakah manajemen jujur saat hasil buruk?
- Apakah insentif manajemen selaras?
- Apakah mereka overpromise?
- Bagaimana kualitas komunikasi publiknya?
- Apakah manajemen adaptif?
- Apakah keputusan besar bersifat defensif atau ofensif?
- Apakah mereka belajar dari kesalahan?
- Apakah ego manajemen terlihat?
- Apakah perusahaan terlalu tergantung satu figur?
- Apakah budaya perusahaan sehat?
💰 E. Valuasi & Ekspektasi Pasar (61–75)
- Ekspektasi apa yang sudah tertanam di harga?
- Seberapa optimistis pasar saat ini?
- Apa yang harus terjadi agar saham ini mahal?
- Apa yang harus terjadi agar saham ini murah?
- Apakah return berasal dari pertumbuhan atau rerating?
- Apakah multiple saat ini masuk akal secara historis?
- Apakah aku menghitung margin of safety secara realistis?
- Seberapa sensitif valuasi terhadap perubahan kecil?
- Apakah aku terlalu fokus pada angka akhir?
- Apakah skenario terburuk sudah dipertimbangkan?
- Apakah aku sadar bahwa valuasi adalah rentang, bukan titik?
- Apakah aku mengasumsikan dunia ideal?
- Apakah harga saat ini memberi error room?
- Apakah risiko dan return seimbang?
- Apakah aku membeli value atau harapan?
📉 F. Risiko, Ketidakpastian & Downside (76–90)
- Risiko apa yang paling sering diabaikan?
- Apa risiko yang tidak bisa didiversifikasi?
- Bagaimana jika pertumbuhan berhenti?
- Bagaimana jika margin turun permanen?
- Apa dampak perubahan regulasi?
- Bagaimana jika cost of capital naik?
- Apakah neraca cukup kuat saat krisis?
- Apakah perusahaan bisa bertahan tanpa pasar modal?
- Risiko mana yang bersifat eksistensial?
- Apakah downside bersifat permanen?
- Apakah volatilitas mencerminkan risiko nyata?
- Apakah aku siap jika salah?
- Apakah aku memahami tail risk?
- Apakah keputusan ini reversible?
- Apakah aku terlalu meremehkan ketidakpastian?
🧭 G. Psikologi, Disiplin & Waktu (91–100)
- Apakah aku bertindak karena bosan?
- Apakah aku merasa “harus” melakukan sesuatu?
- Apakah aku mengejar validasi?
- Apakah aku lebih takut salah daripada rugi?
- Apakah aku terlalu sering mengubah rencana?
- Apakah aku sabar menunggu peluang langka?
- Apakah aku nyaman tidak melakukan apa-apa?
- Apakah aku belajar dari keputusan buruk?
- Apakah prosesku lebih penting dari hasil?
- Apakah aku menjadi investor yang lebih rasional tahun ini?
🔑 Inti dari semua pertanyaan ala Kevin Hendrawan:
Bukan mencari kepastian, tapi mengurangi kesalahan besar. Bukan mengejar return maksimum, tapi keputusan paling rasional.
Kalau kamu mau, aku bisa:
- Mengubah 300+ pertanyaan ini jadi framework analisis 1 saham
- Membuat template checklist investasi ala Kevin Hendrawan
- Menyusun latihan berpikir (thinking drills) untuk investor jangka panjang
Tinggal bilang mau dipakai untuk belajar pribadi, konten, atau analisis saham nyata.
A. PERTANYAAN BISNIS & MODEL USAHA (1–20)
- Dari seluruh rantai logistik batu bara, posisi ALII berada di bagian mana yang paling punya pricing power?
- Seberapa tergantung pendapatan ALII pada satu atau dua klien besar?
- Apakah kontrak ALII bersifat take-or-pay atau volume fleksibel?
- Jika harga batu bara turun tajam, bagian mana dari bisnis ALII yang paling terdampak duluan?
- Apakah ALII punya moat operasional, atau sekadar pemain jasa?
- Seberapa sulit pemain baru meniru model bisnis ALII?
- Apakah keunggulan ALII berasal dari aset (kapal, ISP) atau dari hubungan klien?
- Seberapa panjang umur ekonomis aset utama ALII?
- Berapa % pendapatan ALII yang bersifat recurring?
- Apakah ALII lebih mirip perusahaan logistik stabil atau cyclical commodity play?
- Jika klien utama bangkrut, apa dampak ke arus kas ALII?
- Apakah ALII memiliki fleksibilitas menaikkan harga jasa saat biaya naik?
- Seberapa besar risiko operasional (cuaca, kecelakaan laut, force majeure)?
- Apakah ALII memiliki rencana diversifikasi di luar batu bara?
- Jika transisi energi dipercepat, apa Plan B bisnis ALII?
- Apakah pertumbuhan ALII lebih bergantung pada volume atau tarif?
- Berapa lama kontrak rata-rata klien ALII?
- Apakah ALII memiliki keunggulan geografis yang sulit ditiru?
- Apakah bisnis ALII lebih cocok dinilai sebagai asset-heavy atau service company?
- Dalam 5 tahun ke depan, apa satu faktor yang bisa membunuh bisnis ALII?